horor
dari kemaren siang jam 2, saya ke kampus untuk pawai. okelah setelah bla-bla-bla telatnya anak sr, kita jalan jam 4 lebih ke gedung merdeka.
rencananya kita bakal perform dikit di konferensi artepolis untuk ngajak mereka ikut pawai dan sekalian nyebarin publikasi pasar seni.
setelah babibu di dalem yang gak berjalan sesuai rencana banget, kita pawai. bareng anak-anak sd 'bandung bercerita' juga. tapi entahlah, dengan anak-anak itu saya tidak merasa cocok, sepertinya mereka menakutkan. ya orang bilang 'anak sd jaman sekarang kayak gitu ya?' dan sejenis itulaaah.
setelah pawai, saya dan beberapa teman perform 'nyala merdeka' stay dulu disitu untuk gladi bersih. katanya jam 9 malam. baiklaaah kita makan malem dulu.
(woooy mana horornya wooy)
(sabar..)
kita makan malam di suatu tempat yang banyak menunya, sampai teman saya berkali-kali mesen. dan kita didatangi pengamen, yaah itu biasa. dan kita didatangi juga oleh peminta-minta yang aneh. ah, sudahlah.
habis makan kita solat isya dan ke tkp lagi. ternyata belum selese, dan belum bisa dimulai gladinya. katanya jam 12 baru bisa. setelah tunggang langgang dan tidak jelas kemana, kita memutuskan istirahat ke rumah cahyo.
disana kami tidur, ngenet, ngobrol, nyanyi,baca komik,tidur, sangat rumah sekali lah. enak sekali suasananya. tidur2an di lantai yang enak. hemmm
(mana horornya???)
(beluuum...)
jam 12 tiba. kami meminta kabar. rupanya disana belum siap, jam 2 saja. jam 2 tiba, kamipun ragu.raguu sekali. karena sepertinya belum. setelah sedikit kerisauan dan bumbu-bumbu konflik, kami ke gedung merdeka kembali pukul 3 kurang. tidak jelas memang.
disana, kamipun masi menunggu sesuatu hal. sampai jam 4 lewat, akhirnya kami hanya latihan yang terpotong. lalu setengah lima, azan berkumandang.
saya dan fadilah memutuskan untuk solat subuh. kami berjalan berdua ke masjid raya (atau akbar?). kami tiba di masjid itu.
masuk dari pagar samping yang banyak penjual2nya. di halaman masjid, kami melihat banyak tenda-tenda jualan. dan pastinya sampah super bertebaran dimana-mana.
kami masuk masjid, berjalan di selasarnya. di sepanjang selasar masjid banyak sekali orang-orang homeless yang tidur disana. ada juga rombongan bis sih. tapii, banyaaak sekali homeless people nyaa, sepertinya banyak diantara mereka yang merupakan penjual di wilayah masjid. mereka memenuhi selasar masjid. tertidur dalam balutan sarung lusuh, tikar, atau hanya tidur saja dengan baju yang dipakai. ada yang tidur pules, ada yang batuk-batuk, ada yang mulai bangun, ada yang masih bengong.
horor sekali.
saya mengalami banyak masjid, karena saat mudik sering pit stop nya di masjid.tapi belum pernah yang sehoror ini. okeee pernah yang waktu ituu, marbot musola yang muncul lenyap, dan masjid super horor dengan kamar mandi yang menghebohkan. tapi ini horor yang berbeda.
saya merasa diteror terus. bukaaan, bukan takut atau apa. sedikit ngeri, dan waswas. tapi yang lebih meneror saya adalah...
banyak banget orang yang luntang lantung hidupnya, tidur di masjid, lusuh-lusuhan, bangun2 kerja, mau tidur kedinginan. itu mereka tidurnya di selasar masjid looh dan hanya beralas tipis. yang dirumah aja masih kedinginan, lah ini. banyak banget yang hidupnya susah-susahan.
haah gaenak banget rasanya liatnya. gaenak antara nyesek sama malu ama diri sendiri, selalu aja merasa kurang padahalan....
aduuuhhh... panjang amat ya tulisannyaa... :P
ReplyDeletekayaknya ini tulisan blog yang paling panjang.. cocok kalo dikasih rekor muri postingan blog terpanjang!! *lebay* :D