tadi di angkot saya melihat dijalan ada penjual siomay dan pembelinya. si pembelinya pemuda2 kuliah gitu, dia mengambil pesanannya dengan tersenyum, senyumnya seperti ikut reality show. senyum2 sumringah gimana gitu. sejenis reality show 'bedah rumah' atau 'aku ingin menjadi'...
itu tadi pagi sehabis saya dari gasibu yang berjalan-jalan, dan ke kampus bertemu fadilah dan mencari kosan yang belum nemu-nemu juga.
tapi tadi malam....
saya melihat sesuatu.
apa ini dijalan ramai sekali?oh iya hari sabtu malam...okelha
lalu terdengar..."dua ribu aja, dua ribu ajaa...duaaa ribu ajaaa"
sekelompok anak muda, seperti pelajar atau mahasiswa sedang mengamen borongan mengerumuti sebuah mobil.
angkot saya maju lagi ke depan, ada lagi sekelompok pemuda lainnya. bukan pengamen, bukan anak jalanan.
ternyata disana banyak yang ngumpul dan pada ngamen2an. ramai, minta uang, teriak2, mereka pelajar,mahasiswa...
"nge-danus kayaknya" kata yang di angkot
"ya ampun gak kreatif banget.."kata yang lain...
saya bingung.
mereka mahasiswa,kaum intelektual dong harusnya, tapi jadi seperti merampas hak pengamen,hak anak jalanan. bukan itu aja sih, tapi harusnya mereka bisa berpikir cara lain untuk ngedanus. gak kayak gitu..
keroyokan..
ngerebut hak orang (bisa aja itu persediaan si orang yang diminta buat pengamen)
dan....
kayaknya harusnya si karya "dago jangan bego" gak dicopot.
liat aja....
"public art space by FSRD ITB 2009" sama angkatan2 atas juga yang ngebimbing
ini penjelasan si karya
DAGO, JANGAN BEGO
Jumat, 4 Juni 2010
05.00 - 09.30
Great and Riskful Instalation
Karya ini dibuat sama sekali bukan untuk menghina Bandung yg terdapat Dago yg semarak didalamnya tapi karya ini adalah bentuk kritik kami terhadap permasalahan di daerah Dago dan kami harap Dago dapat memperbaiki dirinya dan tidak menjadi bego. Permasalahan yg kami singgung adalah:
- Lampu lalu lintas yg sebagian besar tidak berfungsi jika dari arah Gasibu menuju Dago, hal tersebut sudah berbulan-bulan dan pemerintah tidak kunjung mengaktifkannya kembali
- Pada sore dan malam hari kerap mahasiswa mengamen secara bergerombol yg dikatakan polisi sebenarnya itu menggangu kenyamanan pengemudi, seharusnya mahasiswa bisa lebih kreatif dalam mengumpulkan danus, jgn dgn cara ‘mengambil’ nafkah pengamen yg memang sebenarnya tak mampu
- Banyaknya FO di Dago yg tidak diiringi dgn lahan parkir yg memadai, terkadang parkiran mengambil ruas jalan sebelah kiri dari perempatan sampai SMAN 1 dan pastinya karena ruas jalan mengecil, macet pun tak terelakkan
- Car Free Day yg konon katanya mengurangi polusi malah membuat kemacetan yg sangat di perempatan Cikapayang, bahkan karena macet tersebut tidak mengurangi resiko menambah polusi karena asap terus mengepul sedangkan kendaraan tidak beranjak
Semoga kami bisa menegur Dago dengan cara ini dan Dago mampu menjadikan dirinya lebih baik dan lebih baik lagi setiap waktunya
dikutip dari tumblrnya ijul (si kelompok yang bikin)
Comments
Post a Comment