Perpustakaan (atau kantin ya?) favorit di Seoul

Image
Jadi belakangan ini ada tempat-tempat yang jadi favorit gw banget kalo ke Seoul. Awalnya sih karena pas gw dateng ke sana di musim panas, jadi mau jalan-jalan keluar tuh capek juga kalo outdoor terus. Jadi pengennya ngadem aja dan jalan-jalan kalo udah adem. Solusinya adalah gw ke perpustakaan seharian baca buku dan nongkrong sambil nunggu matahari tenggelam.  😙 Awalnya gw emang cuma sekedar tour keliling Seoul cari perpustakaan yang menarik dan nyaman, tapi gw menemukan better deal lagi yaitu kantinnya! Jadi biasanya perpustakaan umum di Korea itu akan gabung sama community center jadi pastinya ada banyak banget fasilitas umum warga disitu, salah satunya adalah kantin yang murah meriah! Makanan di restoran di Seoul biasanya udah menyentuh harga 10.000 won per meal, tapi kalo gw ke kantin ini bisa makan lengkap dengan harga mulai dari 5500-6500 won aja. Wow gak tuh. Jadi kegiatan gw pas musim panas kemarin bener-bener pagi ke perpus, baca buku, siang makan di kantin, baca buku ...

jangan berhenti mencari...ilmu


sms dari nurin.

"pelajarilah ilmu, sebab mempelajarinya karena Allah adalah ketakwaan, mencarinya adalah ibadah, mengulanginya adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya pada orang yang tidak tahu adalah sedekah, dan mengorbankannya kepada yang berhak adalah kurban (kedekatan kepada Allah). dengan ilmu, Allah dikenal dan disembah serta diesakan. dengan ilmu, halal dan haram diketahui. dan dengan ilmu, hubungan rahim tersambung"

(Muadz bin Jabal, sahabat Rasulullah SAW)

haha. gimana ya ngungkapinnya. jadi begini, dari dulu saya emang adalah orang terbodo amat. ini itu bodo amat. ini itu cuek. sekolah ya sekolah, belajar sekedar pelajaran. amal ya amal, ibadah sekedar ibadah, tanpa tau dan mau tau sama yang saya kerjain. saya anggap saya yakin dan itu cukup.

ternyata itu emang gak cukup. ketika saya, yang selalu tanpa pertanyaan karena terlalu masa bodo, dihadapkan pada pertanyaan yang saya sendiri gak tau jawabannya padahal itu esensial.
saat-saat seperti ini, ketika pertanyaan itu datang, diskusi itu mengalir, ilmulah yang harus dipunya. saya mencari ilmu. tentang sesuatu yang tidak saya penasari sebelumnya, yang tidak saya pertanyakan sebelumnya, yang saya yakin dan saya rasa dengan yakin itu cukup. 

ternyata emang gak cukup. rasanya, saya baru kenal diri saya. ketika pertanyaan itu ada, saya mencari jawaban. jawaban yang tidak pernah saya pedulikan, jawaban yang saya anggap bukan sesuatu yang penting untuk diperdebatkan. 

tapi justru itu, ketika pertanyaan itu ada. saya mencari jawaban. ketika jawaban itu tidak saya temukan, saya terus mencari. dalam pencarianlah ilmu itu didapatkan. ilmu yang bukan sekedar, tapi mengenalkan saya pada diri saya sendiri, memberi saya keyakinan yang kuat, realitas yang baru, kepercayaan yang segar. yang membuat apa yang telah saya lakukan selama ini berarti.

ketika pertanyaan itu ada, jangan dihindari. itulah kesempatan untuk mengenal diri sendiri, menguatkan keyakinan, memperdalam ilmu. semakin banyak pertanyaan, semakin tinggi kepasrahan, semakin kuat keyakinan, semakin dalam saya mengenal diri sendiri.

terima kasih. yang memberi pertanyaan. yang mungkin pertanyaannya bermaksud mengarahkan saya ke tempat lain. terimakasih, pada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, namun menjawab keyakinan saya. 

sampai tua,sampai matipun, tidak pernah tuntas ilmu yang kita pelajari. semuanya terlalu besar, terlalu luas. lalu apakah berhenti? semakin banyak masukan, banyak ilmu, semakin saya merasa dekat tapi juga kecil. ternyata, memang semuanya harus dicari, gak bisa sekedar menerima dan bodo amat. iya ya bener.

jangan berhenti mencari...ilmu. 




Comments

Popular posts from this blog

Disamperin aliran di Korea

Perpustakaan (atau kantin ya?) favorit di Seoul

Yang kayak gini-gini mendingan gausah dipikirin deh, buang-buang kapasitas otak