Perpustakaan (atau kantin ya?) favorit di Seoul

Image
Jadi belakangan ini ada tempat-tempat yang jadi favorit gw banget kalo ke Seoul. Awalnya sih karena pas gw dateng ke sana di musim panas, jadi mau jalan-jalan keluar tuh capek juga kalo outdoor terus. Jadi pengennya ngadem aja dan jalan-jalan kalo udah adem. Solusinya adalah gw ke perpustakaan seharian baca buku dan nongkrong sambil nunggu matahari tenggelam.  😙 Awalnya gw emang cuma sekedar tour keliling Seoul cari perpustakaan yang menarik dan nyaman, tapi gw menemukan better deal lagi yaitu kantinnya! Jadi biasanya perpustakaan umum di Korea itu akan gabung sama community center jadi pastinya ada banyak banget fasilitas umum warga disitu, salah satunya adalah kantin yang murah meriah! Makanan di restoran di Seoul biasanya udah menyentuh harga 10.000 won per meal, tapi kalo gw ke kantin ini bisa makan lengkap dengan harga mulai dari 5500-6500 won aja. Wow gak tuh. Jadi kegiatan gw pas musim panas kemarin bener-bener pagi ke perpus, baca buku, siang makan di kantin, baca buku ...

Sebuah awal yang amazing bisa dibilang

Tahun yang baru, penuh dengan suasana baru, tantangan baru, pengalaman baru. WOW amazing.

Gw pun mengawali tahun baru dengan banyak 'pertama kali' di dalam hidup gw. WOW so exciting





Masuk rumah sakit

Tepat di malam tahun baru. 


(tidak hore)

Sore hari di rumah udah pada siap-siap mau bakar daging buat makan-makan di malam hari. Sedikit kecemasan muncul 'ah tadi siang makan terlalu banyak, ntar malem gak bisa banyak-banyak nih karena kenyang'. Tapi kecemasan tersebut tidak menghentikan tangan gw untuk membuka eskrim dan memakannya. Hemm nikmat. 

Seperti biasa setelah nikmat makan eskrim, gw mulai bermalas-malasan. Lalu jam 5 sore gw mulai sakit perut. Rasanya hanya tidak nyaman, sepertinya cukup berbaring, lalu mengeluh, gw kira akan segera pergi sakitnya.

Mendekati jam 7 sakit gak kunjung hilang, makin menguat. Sampai akhirnya gw tiduran di kamar, semua orang manggilin mau makan bareng, tapi gw gak kuat buat ngomong, cuma bilang 'sakit perut, pls jangan ajak ngomong'. Gw mulai nyoba untuk ditidurin aja biar sakitnya hilang, tapi gak bisa tidur, keringet dingin, sakit melilit, panas ke kepala, dan diare. Gw pikir sakitnya akan hilang cepat...jadi gw bertahan sampai...4 jam setelahnya. 

Jam 11 malam sakit gw mulai gak tertahankan lagi, gw udah ngos-ngosan, yang kepikiran cuma 'ini bisa mati bukan karena sakit perutnya kali, tapi karena cape kesakitannya'. Akhirnya gw minta dianter ke RS. 

Di IGD gw dikasih obat pereda nyeri sampai 2 dosis, tapi rasa sakitnya gak hilang-hilang. Mikirinnya aja sekarang gw jadi ngos-ngosan inget rasa sakitnya. Sakit gak ilang, tapi mata gw doang berasa kabur. Karena sakitnya gak hilang-hilang akhirnya gw dirawat inap. Ya nggak berarti juga pas dirawat inap sakitnya jadi ilang....

Selagi menunggu proses registrasi rawat inap, pas gw nanya jam, ternyata udah jam setengah 2 malam. Hello 2022.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau dipikir-pikir, rasanya gak bisa disimpulkan apa yang membuat perut gw sakit. 

Possible causes:

  1. Kebanyakan makan. Hari itu gw makan banyak, mulai dari pisang, telur pake keju pake bawang bombay seabrek, pisang goreng gak berhenti-henti, pir, cireng, kimchi, eskrim, biskuit. 
  2. Kebanyakan makan bubuk cabe. Gw goreng telur dengan bubuk cabe sisa bikin kimchi, yang..seabrek.
  3. Kebanyakan makan produk susu. Keju dan eskrim.
  4. Takdir
Case pertama rasanya aneh, karena gw selalu kebanyakan makan. Terutama akhir-akhir ini, walau kapasitas perut gw berkurang jauh, alias makan baru dikit udah berasa kenyang, tapi ketamakan gw akan makanan memang sulit dihentikan. Memang biasanya menderita dengan kembung dan begah, tapi...gw menganggap resiko itu bisa gw terima asal gw bisa makan banyak. 

Case kedua.......gw biasa pake bubuk cabe buat masakan. Dan resep kimchi itu juga udah gw makan berhari-hari dan fine. Ah...tapi..merk bubuk cabe yang gw pake hari itu berbeda.......................masa beda merk ampe segitunya..?

Case ketiga. Gw emang biasanya menghindari dairy karena emang bikin sakit perut, tapi sakit perutnya beda biasanya....

Case keempat. Alasan yang paling bisa diterima. Mungkin aja ini terjadi karena kombinasi semua case di atas. Atau bukan sama sekali. 

Entahlah...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Malam itu terlalu banyak pengalaman pertama kali. Pertama kali diinfus, pertama kali disuntik pereda nyeri, pertama kali dirawat di RS, pertama kali pencet bel manggil suster karena udah gak kuat lagi hidup menahan rasa sakit. Gw udah berasa lagi simulasi rumah jompo, mau ngapa-ngapain gak bisa, cuma bisa kesakitan dan gelisah aja, apa-apa minta dibantuin.

Sepanjang gw dirawat gw gak bisa tidur tenang, sakit perut terus dan dikasih pereda nyeri terus tapi gak works. Kepala gw yang biasanya selalu berasa pusing setiap hari pun jadi gak berasa pusing sama sekali karena sakit perut hari itu terlalu dahsyat. Gw sampe merasa gak bisa buang-buang energi dengan mikirin apa penyebab kesakitperutan gw malam itu. Semua jenis pereda nyeri dicoba, tapi gak ada yang ampuh di gw. 

Kalau harus gambarin rasa sakitnya, hmm. Seperti mau ngeluarin naga dari pusar gw, cuma naganya sambil ngembusin api juga. Saking sakitnya, gw udah di titik, 'gak peduli dah gw kalo mati sekarang, yang penting gak sakit lagi, mungkin umur gw cuma sampe sini, ya...ternyata lebih panjang dari dugaan gw'.  Saking gw udah keliatan kesakitan putus asa, pas adik gw mau mandi dia bilang 'jangan mati dulu ya pas aku balik' 'oke, gak janji'. ((emang gw sama adik gw jokesnya suka dark sejak dulu))

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sampe semingguan setelahnya, gw masih deg-degan tiap mau makan. 

  1. Karena masih mual
  2. Karena masih capek ngos-ngosan belum pulih banget tenaga gw
  3. Karena gw juga takut tar kalo gw makan ni makanan bisa jadi perut gw sakit lagi kek kemarin. 
Sampe dua mingguan setelahnya, gw masih capek kalo kebanyakan ngomong (yang mana adalah sebuah siksaan karena gw suka ngomong mulu + nyanyi, tapi ya sudah no energy)

Sekarang udah mayan, cuman gw jadi suka ciki. Karena ciki ringan dan enak. Hhh jangan aja ntar sakit gara-gara makan ciki mulu ((((throwback ke masa kebanyakan makan mie)))). Emang intinya gak boleh berlebihan lu umsak, udah makan yang sederhana-sederhana aja dah, gausah fusion-fusion, jangan kebanyakan instan. Baik kak. Siap.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Special thanks to adik gw yang orangnya sibuk banget, tapi untungnya gw masuk rumah sakit di weekend ya, jadi dia bisa mendampingi dengan gerakannya yang sigap dan cepat. 

Comments

Popular posts from this blog

Disamperin aliran di Korea

Perpustakaan (atau kantin ya?) favorit di Seoul

Yang kayak gini-gini mendingan gausah dipikirin deh, buang-buang kapasitas otak